Pemaparan Geusyik Gampong Ulee Rubek Timu tentang monitoring dan evaluasi.
jurnaluleerubek | Banda Aceh | Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh Kembali menggelar pertemuan di Aula Hotel Grand Nanggroe Jln. Tgk Imum Cot Mesjid Kec.Lueng Bata Banda Aceh pada Kamis 17 November 2022.
Hadir pada acara tersebut Kepala BPOM di Banda Aceh bapak Yudi Noviandi, M.Sc. Tech, Apt mengundang Walikota Banda Aceh, Walikota Lhokseumawe, Bupati Pidie Jaya, Bupati Aceh Utara, Kepala Bappeda Provinsi Aceh, Kepala Pemberdayaan Masyarakat Gampong Provinsi Aceh dan beberapa Kabupaten di Aceh, Kepala Desperindag Aceh beberapa Kepala Kepala Dinas Aceh dan Kabupaten/Kota yang ada di seluruh Aceh, serta dua Geusyik di Aceh Utara Desa Ulee Rubek Timu dan Desa Paloh Lada, dua orang Geusyik di Kabupaten Pidie Jaya, Geusyik Desa Jelanga Mata ie dan Geusyik Desa Paya dan 1 orang Geusyik dari Kota Banda Aceh yaitu Geusyik Desa Doy Kec.Ulee Kareng dalam rangkaian Monitoring dan Evaluasi Program Desa Pangan Aman Desa di Aceh.
Kepala BPOM di Banda Aceh Yudi Noviandi, M.Sc. Tech, Apt menyatakan Program Desa Pangan Aman yang di inisiasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan bertujuan untuk meningkatkan Kemandirian Masyarakat Desa dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sampai pada tingkat perseorangan serta memperkuat Ekonomi Desa.
Rangkaian Program Desa Pangan Aman yang telah di jalankan perlu di review melalui kegiatan monitoring dan evaluasi agar setiap Kabupaten/Kota yang di intervensi mengetahui kemajuan, capaian target serta kendala di tiap program dan menjadikan acuan perbaikan pada Program Desa Pangan Aman di tahun berikutnya.
Tidak ketinggalan, Azhari M.Yunus Geusyik Gampong Ulee Rubek Timu di berikan kesempatan untuk memberikan masukan dan tanggapannya, beliau pertama sekali mengucapkan terimakasih yang sangat mendalam kepada Balai POM di Banda Aceh yang telah melatih, mendidik dan membina dengan Kader Keamanan Pangan, khususnya kepada Desa Ulee Rubek Timu yang mana telah turun langsung ke lapangan maupun dengan komunikasi yang sangat intern kepada kader Keamanan Pangan, Terimakasih kami ucapkan kepada Bu Endang Yuliawati, SKM MKM.
Kader Keamanan Pangan Desa Ulee Rubek Timu Kec. Seunuddon Kabupaten Aceh Utara yang telah di latih oleh BPOM di Banda Aceh terdiri dari 15 orang, dari ibu rumah tangga Tim Penggerak PKK 5 orang, dari guru 5 orang, dari Ritel 5 orang, dari Kominitas 50 orang, dari Perangkat Desa 4 orang dengan jumlah keseluruhan 69 orang.
Kami juga mengirim 1 peserta dalam Program Sanger Ureung Aceh September lalu yang telah melibatkan 1000 warung kopi yang ada di Aceh dan telah mencatatkan rekor Muri, sungguh capaian yang sangat luar biasa bagi BPOM Aceh.
Dan yang menjadikan kebanggaan bagi kami Desa Ulee Rubek Timu adalah salah seorang peserta Kader Keamanan Pangan dari Desa Ulee Rubek Timu, bahkan mewakili Aceh terpilih menjadi satu satu Peserta ke tingkat Nasional dalam Program Kontributor Iklan, di mana peserta kami harus melaporkan iklan Makanan dan Minuman sebanyak 20 iklan pada September dan Oktober lalu ke Aplikasi BPOM Mobile yang di inisiasi oleh BPOM pusat.
Alhamdulillah dengan kehendak Allah dan kerjasama antara Balai POM Aceh dengan Kader Keamanan Pangan Desa dan Suport dukungan penuh dari Bapak Kepala Dinas DPMPKB Aceh Utara serta dengan dukungan Camat Kecamatan Seunuddon.
Kader Keamanan Pangan Desa Ulee Rubek Timu telah mengajak masyarakat dengan cara memilih pangan aman dan sehat serta mengenali produk yang sudah ada izin edar dari BPOM dengan cara menggunakan Aplikasi BPOM MOBILE, karena di Aplikasi tersebut telah tersedia menu scan produk, lapor iklan, lapor izin usaha dan lain lain, setiap masyarakat yang ingin membeli produk lebih mudah sehingga tidak tertipu dengan barang yang di beli. dengan Aplikasi tersebut kader lebih mudah memberikan pemahaman,mana produk yang asli dan mana produk yang tidak jelas (ilegal).
Alhamdulillah dengan Sosialisasi dari Kader Desa warga kami 55 % sudah paham dan mengerti dalam memilih pangan yang aman, maka oleh karena itu kami sangat ingin mandiri berdiri sendiri di Desa Ulee Rubek Timu pada 2023 menjadi Desa Pangan Aman, namun apa boleh buat kami tidak mampu berdiri sendiri tanpa bantuan dan dukungan seluruh elemen terutama dari pihak terkait dengan meningkatkan kinerja Kader dan membina Komunitas Desa dengan meningkatkan pelatihan pada tahun 2023.
Untuk tahun 2023 pemerintah Ulee Rubek Timu menggalakkan masyarakat untuk menanam tanaman Toga memanfaatkan pekarangan rumah masyarakat masing-masing. Sebagai solusi untuk konsumen. Tanaman Toga bisa di jadikan sebagai obat herbal yang bisa di kembangkan secara tradisional untuk mengobati berbagai penyakit Kronis, jantung, Lambung, Asam urat, Reumatik dan lain lain, tutupnya.
Muhazir